This awesome blogger theme comes under a Creative Commons license. They are free of charge to use as a theme for your blog and you can make changes to the templates to suit your needs.
RSS

Lowongan Mati

(Kepada Ibunda Para Syuhada Palestina)





I
Ibu
Aku ingin pergi ke Medan tempur
Telah ku isi formulir
Dengan syarat yang tak terlalu
Seberkas titik merah membeku

Ibu
Aku ingin pergi ke Medan tempur
Hadiahkan surat izinmu
Tak usah susah sendu
Seperangkat doa keikhlasanmu

II
Ibu
Lihatlah kepakan sayap juangku
Mengangkat senjata dengan menggebu
Menghujam peluru ke sarang musuh
Menebar butir-butir kepahitan menjuru

Ibu
Lihatlah kepakan sayap juangku
Beradu senjata, meriam, dan rudal
Menebas asa yang ku cita
Pada ilalang tandus merona senja

III
Ibu
Telah dekat syahwat syurgaku
Sebab jantung kecilku
Menjadi serpihan bercampur debu
Walau jasad sudah kaku
Tulang remuk dilindas serdadu
Namun, setapakpun tak kan urung langkahku

Ibu
Telah dekat syahwat syurgaku
Ku ingin kau meraih iman
Menyimpan kotak syahidku
Berpeluh doa pada Illahi
Menuju firdaus yang tinggi
Menuju rengkuhan Habibullah
Menikmati rizki syahadah
Dalam akhir lafazku :
Asyadualla Illahaillah
Wa Asyahaduanna Muhammadarrasulullah
                                  

                                                 Medan, November 2010

0 komentar

Saat Rindu Membusung Merah

Aku rebah dalam nestapa yang terselimut oleh biduk kerinduan
Saat kelam menjelang menerjang malam dan menyapa senyap
Dan perihpun merintih, aku ragu dalam guyuran telaga sepi
Musnah sudah, aku mulai usang pada kealpanan namamu
Wahai engkau yang selalu karam dalam lamunan

Telah kusungging keikhlasan dalam nadir darah yang menyerap bumi
Segalanya bagai getah melekat jantung dan berlendir angkuh
Alahai, aku tak sanggup menahan amarah rindu
Yang sudah menjadi samudera atau benua luka
Apakah kau mendengar deburan yang tak henti ku tuai ini ?

aku tetap sepi..
saat senja mentari mulai rebah pada singgasana barat
Seolah menarik tirai pada kekakuan alam
Dan mulai mengungkap rahasia peluh; adapun aku
Tetap tentang senandung rindu padamu

Tapi, biarlah aku menyudahi gelisah ini
Dalam denyut kepedihan yang tak berkesudahan
Ingin rasanya ku jemput sungai air mata
Dan menghapus sorot matamu yang telah menusuk kidung jiwa

Tetap disini, atas namaku yang sudah engkau lupakan...  
3 komentar

Engkau Tersenyum, Begitupun Aku


Bunga Putih
Capture, engkau tangkap dengan pesona yang memukau
 ntah mengapa aku candu karya lanskapmu yang suka ku terjemahkan dengan makna indah
selalu ku buka pada hari-hari sibuk, renggang, atau keduanya
awal kali, sebuah bunga putih..
sejak itulah aku terpesona ; karyamu


sesekali kau juga muncul dalam album lanskap milikmu
aku hanya tersenyum..

inilah dia sosok yang memiliki karya yang ku maknai dengan kata indah

hingga suatu malam aku pernah bermimpi,

kita bertemu di tempat keramaian, tempat berniaga, dan tempat bersenang2  yang nyaman untuk menghabiskan uang..
kita telah berjanji bertemu di sana tepat pukul 7 malam
aku sampai ketika azhan berkumandang..
begini semangatkah aku ?
tentu ini hanyalah mimpi..

setelah ku tunaikan ibadah, aku menunggu di tempat toko  buku
belum ada tanda2 engkau hadir
tapi, engkau tetap bertanya dalam pesan "dimana kakak ?"
"aku sudah sampai bang " balas ku.
tentu ini hanyalah mimpi..

aku tengah asik meliarkan mata pada judul-judul yang memukau jantungku
seperti ingin melahap semuanya..
dan.. "kakak, dimananya sekarang ?" tanyamu via telpon
"saya di toko buku bang, abang di mana ?" kataku
"saya dibelakang kakak" jawabmu, seketika aku menoleh..
aku tersenyum menyapamu..
engkaupun membalas senyumanku..
tentu ini hanyalah mimpi..

kita diam, tentu aku usik dengan kesibukan memilih buku
dan kau juga begitu
tanpa salaman, yah tentu saja
tanpa tatap pandangan, yah tentu saja
tentu ini kenikmatan untuk saling menjaga
kita tetap diam.. hingga memilih buku dan membayarnya..
lalu..
"kak, kita nonton aja gimana ?"
"maaf, hari akan larut mungkin tidak sempat bang..?
"oo gimana kita makan es krim aja, dari pada gak jelas mau kemana nih " ku lihat kamu garuk2 kepala..
"okelah" jawab ku sekenanya..
engkau tersenyum, begitupun aku..
ini hanyalah mimpi...

akrab, ya begitulah..
cerita kita mengalir bagai air jernih di kali desa
sejuk dan nikmat untuk dirasakan
apapun kita dibahas, ku nikmati beberapa menit ini
sesekali aku tersenyum, menikamati bahagia
ku lihat kau pun juga..
ini mimpi ...

tiba-tiba...
"kak, gimana aku datang ke rumah untuk taaruf.."
aku terdiam, mencerna..
"abang kenapa panggil aku kakak, kan tua abg setahun ?"
"yah kamu panggil aku abang, aku panggil kmu kk, supaya abng dan kakak, bukan abng dan adik"
aku tersenyum dan pertanyaan aku dapat mengalihkan kalimat tiba-tibamu tadi..
tentu ini hanya mimpi...

sial,.. barang yang ku cari tak ketemu,
akhirnya kita ke Plaza lain untuk mencarinya,,
tentu dengan idemu, sebab engkau pastikan di sana ada.
kita berjalan saja sebab jarak hanya beberapa meter dari tempat sebelumnya..
hujan turun..
"kakak tak mengapa ?"
"oh tentu.. biarlah, saya lama tidak menikmati hujan " jawabku sekenanya
"biarkan hujan ini menjadi berkah pertemuan kita yang pertama"
"amin"
"mau pakai jaket saya ?"
"tidah usah, saya nyaman keadaan seperti ini" sambil menunjukkan ibu jari ku...
engkau tersenyum..
ini adalah mimpi...

engkau begitu perhatian..
tidak dapat ku jelaskan mimpi ini..
ia lelaki yang perhatian terhadap perempuan..
aku terbuai dalam hati pada mimpi..
oh ..mimpi...

aku mendapat benda yang ku cari..
kita kembali pada tempat semula..
dengan perjalanan yang sama..
perhatian pun sama..
lagi aku terkagum..
engkau hantar aku sampai parkir..
"semoga kita bertemu lagi ya kak"
"semogaa.."
"terimakasih ya kak"
"terimakasih juga bang"
engkau tersenyum..
begitupun aku..

dan kita berpisah..

tentu ini adalah mimpi....






4 komentar